Tips Bersepeda Saat Puasa Ramadhan

116

Gowespedia – Bersepeda saat puasa ? pasti jadi isu yang menarik untuk diperbincangkan oleh sahabat Gowespedia saat berada dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah seperti saat ini. Yang terbayang pasti sudah malas dan lemas saja ya. Padahal rasa lemas dan mengantuk saat berpuasa cenderung disebabkan oleh aktifitas fisik yang lebih rendah dari biasanya dan karena bermalas-malasan.

Dengan berolah-raga, khususnya bersepeda, anda membantu tubuh untuk mengubah energi cadangan atau lemak tubuh menjadi glukosa yang akan mengusir rasa lesu, letih, malas, dan mengantuk. Selain tubuh lebih bugar, selama berolahraga tubuh melepaskan hormon endorfin yang membuat kita merasa senang dan bersemangat.

Bersepeda lebih pagi. Pada bulan puasa, bersepeda santai atau ke kantor baiknya dilakukan lebih pagi lagi agar tubuh masih dalam keadaan segar, lebih sejuk dan bersih karena polusi masih sedikit. Dengan berangkat lebih pagi, anda bisa lebih leluasa mengatur tempo gowes. Selain itu, kecepatan bersepeda pada bulan puasa juga diturunkan untuk mencegah dehidrasi meski waktu tempuh menjadi lebih lama dibandingkan bulan biasa.

Dalam situs resmi B2W Indonesia terdapat 10 tips bersepeda saat berpuasa:

  1. Gowes santai saja, hindari memforsir tenaga. Biasanya kita akan tergoda saat ada tanjakan yang menantang untuk ditaklukkan atau saat ada turunan yang menggoda kita untuk gowes sekencang-kencangnya.
  2. Untuk mengakomodasi waktu yang molor karena gowes santai, alokasikan waktu yang lebih lama untuk bersepeda. Misalnya, jika pada hari biasa dari rumah ke kantor kita butuh waktu 1 jam, maka saat puasa bisa kita tambahkan alokasi waktunya menjadi 1,5 jam.
  3. Untuk bersepeda di luar rutinitas, rencanakan perjalanan. Tentukan akan bersepeda ke mana. Bersepeda tanpa tujuan hanya akan membuat lelah perjalanan. Lebih baik jika lokasi yang hendak dituju jaraknya tidak lebih dari 20 kilometer.
  4. Hindari rute yang memiliki sejarah macet yang sangat kelam. Jalan macet dapat meningkatkan emosi yang berpotensi mengurangi pahala.
  5. Pilih waktu yang tepat. Setelah sahur atau menjelang beduk magrib adalah waktu yang tepat untuk bersepeda. Bersepeda di kala matahari sedang panas menyengat akan menghabiskan banyak stamina. Itu harus diganti dengan seteguk air segar. Jika kita minum, ya otomatis batal.
  6. ┬áHindari juga “jam-jam macet”, seperti jam pulang sekolah ataupun jam pulang kantor.
  7. Ambil jalur hijau. Selain lebih segar, pepohonan di pinggir jalan akan senantiasa meneduhkan hati saat kita disinari oleh matahari.
  8. Gowes bersama teman tentu lebih seru. Ajak teman-teman yang lain untuk ikut meramaikan kegiatan bersepeda atau agendakan sebuah acara bertajuk “Buka Bareng Sepeda”, “Ngabuburit Sambil Sepedahan”, “Sepeda Sahur”, “Baksos featuring Sepeda”, dan lain-lain. Lebih banyak teman, lebih banyak cerita dan lebih menyenangkan.
  9. Cek ulang kondisi sepeda sebelum berangkat. Jangan sampai sepeda kempis atau rantai putus di tengah jalan dan terpaksa harus didorong sampai rumah.
  10. Banyak bersabar. Sepeda menempati urutan pertama kendaraan yang sering disalip oleh kendaraan lain. Oleh karena itu, banyak-banyaklah memanjatkan doa bagi yang menyalip. Semakin banyak kesabaran, semakin banyak pahala yang didapat. Istirahat bila merasa lelah dan jangan paksakan fisik Anda untuk menggenjot sepeda.

Terakhir, meskipun fisik anda mampu. Tapi ada baiknya untuk memaksimalkan ibadah di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Salam gowes ! (Masaryo/Red)

*artikel sudah dihapus dari situs b2w-indonesia.or.id