“Lotek, Cumi, Ikan Asin” Dan Kritik TDP 8

342
Jpeg

Gowespedia – Nilai sebuah kepuasan dari event adalah bagaimana sebuah acara tersebut dirasakan oleh para peserta dan penggembiranya, mulai dari tercapainya tawaran rundown acara hingga sebuah kenyamanan dan mampu memberi kesan tersendiri buat para pesertanya.

Dan Tour de Pangandaran adalah sebuah event pesepeda yang di dalamnya diikuti dan direspon oleh semua kalangan, semua usia dan berbagai komunitas dari berbagai daerah. Sebagai mana di ungkap Pak Nik (57) dan Pak Isa (59) dari komunitas ISSK Kuningan, “Saya ikut sepeda Pangandaran ini sudah kelima kali dan kali ini dengan kawan-kawan 60 orang dengan bus, buat saya suasana diperjalanan dan jumpa dengan pecinta pesepeda dari berbagai daerah itu yang saya dapatkan, “lugas pegowes sepeda originil MTB Federal ini (23/04).

Lain lagi diungkap dari Pak Dadang (49)dari Panyilekan Federal Bandung yang sudah 3 kali mengikuti TDP, bahwa dirinya merasa perlu dibuat destinasi yang berbeda di saat finish, misal ke pantai Karapyak atau Karang Nini, selain tidak monoton menjadi sarana dan promo wisata daerah, orang sudah tahu dan kenal Pangandaran, kalau yang lain kan belum, toh masih dalam kawasan Pangandaran juga, bisa jadi penyebutan icon event tahunan misal, sekarang ke delapan di Karapyak, kesembilan d Karang Nini, atau masih banyak titik yang lainnya.

Lebih detail di ungkap Pak Ade Rambo (57), Pak Purwanto (46) dan dokter Raharjo (41) dari komunitas Cobra Karawang, layanan dari panitia saat diperjalan kurang, mulai dari pemberian air mineral atau tim evakuasi dari Tasik ke Pangandaran, termasuk menu makanan mestinya mencerminkan karakter orang pesisir pantai, dan memberi kesan buat kami, setidaknya dapatlah kesan wisata kulinernya, ” ungkapnya dengan senyum tipis.

Sebuah event yang cukup di respon antusias dari komunitas pesepeda Batam, Lampung, Yogya bahkan Kediri ini mestinya bisa diperbaiki layanan dan kesan differensiasi di tiap tahunnya, selain elevasi jalanan yang naik turun, terik matahari sangat menguras energi para peserta, setidaknya terbayar dari layanan yang berkesan diperjalanan juga saat finish dari sambutan, meramu acara panggung, pilihan waktu yang tepat, juga bebas dari sisipan politis. (red/hamza soim)