Ini Dia Cara Setting V-Brake Sepeda

116

Gowespedia – V-Brake adalah sistem pengereman sepeda (brakeset) yang masih sangat digemari hingga saat ini. V-Brake digunakan mulai dari sepeda anak-anak, sepeda gunung sampai sepeda touring dan balap. Digemari karena efektifitas, harga yang relatif murah dan mudahnya perawatan.

Sistem pengereman merupakan komponen yang penting bagi sepeda, karena sangat terkait dengan kenyamanan dan keselamatan pesepeda. Untuk itu setiap pesepeda ada baiknya memahami bagaimana cara merawat dan menyetel v-brake. Pengetahuan ini akan sangat berguna dalam perjalanan ketika tidak bepergian bersama mekanik atau ketika sulit menemukan bengkel sepeda.

Gowespedia akan membagi beberapa langkah praktis untuk menyetel v-brake sepeda anda sebab, tapi sebelumnya mungkin anda perlu mengenal bagian-bagian dari v-brake berikut :

  1. Lihat Baut A (Brake cable anchor bolt) = baut ini berfungsi untuk setting cable agar jarak main lengan ayun V- brake bergerak presisi baik sisi kanan dan kiri (tidak terlalu jauh tapi juga tidak terlalu dekat) dengan ban/velg. Settinglah bagian ini untuk medapat jarak maen yg pas untuk lengan ayun rem dan ketegangan kabel rem yg cukup.
  2. Lihat Baut B (Pad shoes bolt) = Baut ini berfungsi untuk mempermudah setting Pad Shoes agar lurus dan searah dengan velg/rims. Settinglah dengan cara kendorkan dan kencangkan lagi sampai posisi pad shoes sejajar, rapi dan presisi dengan pinggiran rims/velg.
  3. Lihat Baut C (Spring tension Crew), Baut ini ada yg di setting pake obeng (+) atau kunci L ukuran kecil (tergantung pabrikan dan serinya) = Baut ini berfungsi untuk setting kesensitifan respon rem saat kita manarik tuas rem, baik sisi kanan atau kiri. Baut ini mengukur ketegangan dan respon dorongan (pantulan balik) sesaat, saat tuas rem di tarik. Biasanya banyak kasus ditemui para pesepeda, yaitu rem kanan-kirinya tidak seimbang ketika di tarik tuas rem, biasanya yg bergerak kiri doang, sedang yg kanan diam saja atau sebaliknya. Untuk mengatasi kasus ini, arm (lengan ayun) yg diam perlu diberi keteggangan lebih dengan cara mengecangkan baut C, dan arm(lengan ayun) yg bergerak terlalu lincah (sensitive) dikendorkan sedikit baut C-nya. Jadi singkatnya baut C (kanan – kiri) di setting kendo-kenceng sampe ketika tuas rem saat ditarik lengan ayun V-Brake bergerak sama, bareng dan seimbang mengarahkan Pad Shoes pada rims. Kepresisian dan keseimbangan pad shoes menempel pada rim akan berpengaruh pada kepakeman rem. Kalo yg bermain lengan ayun cuman sebelah, rem V-brake pasti kurang pakem dan pad shoes jadi cepat habis sebelah.
  4. Lihat Baut D (Cable Tensioner) = Berfungsi untuk setting kedalaman/kedangkalan tuas rem, jika setting rem dirasa terlalu sesensitif (dangkal) coba di putar2 (biasanya di kencangkan, efek rem semakin dalam dan kendor) jika tensioner diputar kendor efek tarikan tuas akan terasa dangkal. Jika setting baut D susah menemukan “rasa pas” dalam-dangkalnya tuas, artinya perlu dicek lagi settingan baut A, bisa jadi tarikan kabel yg di jepit baut A terlalu kencang atau terlalu kendor. Coba cek dan setting ulang baut A.

Selamat mencoba

Sumber : biketowork Indonesia