Cara Setting Rear Derailleur (RD) Shimano

531

Artikel kali ini tentang bagaimana cara melakukan penyetelan atau setting Rear Derailleur (RD). Setting RD relatif sedikit lebih rumit dibandingkan FD meskipun secara umum tidak jauh berbeda. Setiap RD baik dengan merek yang sama namun tipe berbeda dan tentunya dengan merek berbeda memiliki cara yang berbeda pula. Untuk mengetahuinya dapat mengunjungi website atau melihat dokumen/manual dari masing2. Untuk komponen Shimano dapat mengunjungi websitenya: http://techdocs.shimano.com/techdocs/index.jsp, lalu pilih menu yang sesuai dengan jenis komponen RD yang hendak dilihat atau untuk men-download soft copy manualnya.
Sebelum masuk ke setting ada beberapa istilah nama component RD agar lebih familiar:

  1. Guide Pulley atau gigi yang mengarahkan rantai untuk pindah dari satu gigi ke gigi lainnya
  2. Tension/idle Pulley atau gigi yang mengatur ketegangan rantai (karen adanya di ujung cage atau tungkai yang menjulur ke bawah)
  3. Sprocket (Cassette) gear belakang yang jumlahnya ada 7 s/d 9 set (atau 10 untuk yang 2×10 series)

Fungsi Setiap Adjustment RD

Sebelum mulai melakukan penyetelan, ada baiknya kita mengetahui fungsi dari setiap adjustment yang ada. Secara umum ada 3-4 pengaturan yang umum ditemukan, sebagaimana berikut ini :

  1. B-Tension Adjuster (atau untuk mengatur ketegangan rantai)
  2. Pengatur Batas Atas (High)
  3. Pengatur Batas Bawah (Low)
  4. Pengatur tegangan kabel shifter (tarikan kabel shifter) atau biasa disebut adjustment bolt.

Tahap-tahap Setting RD

Untuk memudahkan penyetelan RD, sebaiknya roda belakang sepeda dipasangkan ke Bike Stand atau penyangga lainnya atau bisa juga dibalik.

1. Mengatur batas gigi Low dan Top (Gigi Low berukuran paling besar, gigi Top berukuran paling kecil). Yaitu dengan memutar sekrup adjustment H dan L (secara bergantian).
Mengatur Gigi Top (H) (pengaturan posisi Top dimulai karena paling mudah terutama pada pemasangan RD “Top Normal” pertama kali. Sebagai informasi, RD ada dua jenis Top Normal dan Low Normal, yang umum dijual Top Normal yaitu cage dan pulleynya pada saat tidak terpasang umumnya tertekuk dan kalau dipasang maka guide pulley berada dekat di gear sprocket paling kecil) sifatnya opsional jika sudah lurus.

Atur posisi rantai berada pada gigi sprocket (belakang) paling kecil terlebih dahulu, dan gigi depan pada posisi paling besar (di chainwheel). Lalu putar sekrup H dgn obeng searah/berlawanan arah jarum jam sehingga posisi guide pulley berada tepat dibawah atau sejajar dengan Gigi terkecil. Diperlihatkan sejajar garis merah

Mengatur Gigi Low (L) (pengaturan posisi L pada pemasangan baru setelah kabel shifter dipasang, barulah dapat dilakukan pemindahan ke Low) – Sifatnya opsional jika posisi sudah lurus

Atur posisi cage/guide pulley di sekitar bagian bawah gigi sprocket terbesar (apabila belum lurus).

Lakukan pengaturan sekrup “L” menggunakan obeng dengan memutar searah jarum jam/berlawanan jarum jam sehingga posisi guide pulley sejajar dengan gigi sprocket terbesar.

Sejajar garis merah
B. Setting Ketegangan Rantai

Setelah pengaturan atas bawah selesai maka dilanjutkan dengan setting ketegangan rantai atau dengan mengatur sekrup B-Tension hal ini dilakukan dengan memposisikan cage/guide pulley di posisi gigi low (gigi sprocket paling besar) dan gigi depan/chainwheel di posisi paling kecil, lalu atur sekrup B-Tension dengan obeng sehingga guide pulley hampir mendekati ke gigi sprocket terbesar tapi tanpa menyentuhnya lihat guide, lalu pindahkan guide pulley ke posisi dibawah gigi Top (gigi sprocket paling kecil) dan atur kembali sekrup B-Tension. Pengaturan ini sifatnya opsional jika sudah diset oleh bengkel/toko.

C. Setting Ketegangan Kabel shifter

Hal terakhir untuk melakukan setting ketegangan kabel shifter (dan ini adalah yang paling umum dilakukan karena setelah beberapa lama pakai ketegangan kabel shifter bisa berubah ditunjukkan oleh rantai bisa pindah sendiri atau ghost shifting atau sulit pindah dari gigi kecil ke gigi lebih besar dan sebaliknya.
Pengaturan ketegangan kabel shifter bisa dilakukan melalui adjustment bolt dekat RD itu sendiri atau bila tidak tersedia adjustment bolt di unit shifter seperti gambar dibawah ini (diputar berlawanan atau searah jarum jam dilihat dari arah luar handle bar. Perhatikan cage/guide pulley akan bergerak ke arah yang sesuai dengan putaran. (lihat referensi)
Posisikan cage dan guide pulley di gigi 2 dari yang paling kecil. Tekan tombol shifter sedikit (sebelum akan pindah) Lalu putar crank sehingga rantai berputar, apabila rantai pindah atau terasa mau pindah ke gigi 3, putar adjustment bolt searah jarum jam.
Apabila rantai tidak bunyi (karena pada saat tombol ditekan sedikit maka cage/guide pulley akan mulai menarik dan mengarahkan rantai ke arah gigi 3, tapi belum saatnya), sehingga seharusnya rantai mulai bergesekkan dengan gigi sprocket ke 3 dari paling kecil (ada sedikit bunyi bergesekan antara rantai dan gigi sprocket 3.
Cara lainnya adalah coba pindahkan gigi dari 3 ke 2 dan sebaliknya secara bergantian apa bila pada saat shifter ditekan naik/turun gigi berpindah dengan cepat tanpa ada bunyi2 rantai bergesekan yang lama maka setelan ketegangan shifter cukup memadai.
Coba lakukan shifting dari gigi paling kecil ke gigi paling besar secara berurutan dan periksa apakah ada ghost shifting (pindah sendiri) atau rantai tidak mau/sulit pindah, putar adjustment bolt satu click searah jarum jam/dan sebaliknya sampai efek tersebut hilang. Perlu test beberapa kali.
Setelah semua perpindahan dari gigi sprocket Low ke High dan sebaliknya dapat bekerja dengan lancar, setting RD selesai.
Selamat mencoba.